Bernegosiasi dengan Hati Kecil...

Pages

  • Home

About Me

My Photo
i c h a
Jika kita dilahirkan miskin, itu takdir, tetapi bila saat kita dikubur masih dalam keadaan miskin, itu salah kita sendiri -unknown-
View my complete profile

Facebook Fan Page

Followers

Link

Labels

  • Curhat (7)
  • Lyrics (6)
  • motivation (7)
  • News (1)
  • Picture (7)
  • Poem (30)
  • Video (2)
myspace web counter

myspace web counter

Blog Archive

  • ►  2013 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  June (1)
  • ▼  2011 (43)
    • ►  November (6)
    • ▼  October (37)
      • karena cinta adalah ikatan hati...
      • Hanya Ingin Membuktikannya Suatu Saat Nanti
      • Bintang Biru.. Tak Terjatuh Untukku.
      • Herry Susilo
      • I want that shirt :(
      • David Gonzalez
      • Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak
      • Suami yang sholeh harta yang berharga buat istri
      • Cinta Terakhir
      • Balistik Never Die
      • “Bungkus Heri Susilo”
      • Lebih Dari Indah
      • Heri Susilo
      • About Me, My Heart and My Journey
      • Dimana Jodohku?
      • Puisi yang mencintai seseorang yg sudah memiliki...
      • Puisi Maksa :D
      • Sebuah jawaban dari forum KASKUS yang menampar aku...
      • Disini,dibalik kesepianku,aku menunggu derap langk...
      • Mungkin bagimu harapan-harapan tak lagi berarti......
      • Aku mencintai begitu saja,...dengan perasaan yang ...
      • Kenapa kamu harus hadir,.........???kembali membuk...
      • Aku bahagia melihatmu tersenyum,...aku kecewa meli...
      • Sayang..Bila aku kesepian , hiburlah aku dengan su...
      • Sepenggal cerita kutulis disinitentang angan ang...
      • kamu.....kamu tau ga sebenarnya ada rasa yang pali...
      • Takkan berarti bila puisi yg kutuliskan,tak sampai...
      • "How do I say goodbye to someone I never really ha...
      • Ini tentang aku..siapa aku..bagaimana aku..mengapa...
      • Tuhan mengapa kau pertemukanku denganyajika pertem...
      • Siksaan Rindu, Ketika Kau Berpalingaku mencoba mer...
      • Kamu boleh tidak mencintaiku sebesar aku mencintai...
      • Tentang Hidup Akhirnya semua terjadi juga,yang...
      • Cinta Dalam Hati mungkin ini memang jalan t...
      • Gathering POK :)
      • Ini dia kliping koran yang menjadi awal ketemu la...
      • I've just met my first boyfriend after 11years we'...
  • ►  2009 (15)
    • ►  May (15)
Wednesday, October 26, 2011
In: Poem

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih..
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa,
yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu,
aku bukan wanita yang sempurna,
aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..
Aku tak sebijak bunda khadijah,
karenanya ku ingin kau tahu,
aku boleh saja berbuat salah dan begitu menyebalkan.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku,
jangan marah padaku,
nasihati aku dengan hikmah,
karena bagiku kaulah pemimpinku,
tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak..
Ingatlah, tak selamanya aku dapat nampak cantik di matamu,
ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk di dapur,
menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti
-insya’Allah-.
Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sihat.
Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja..
maka tegurlah aku, dan khabarkan padaku dengan lemah lembut dan bijaksana...

Ataukah kau akan menemukanku tersenguk-senguk saat mendengar keluhan dan ceritamu,
bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasa,
tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang sakit,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami,
maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku,
karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, mungkin ada saatnya, aku tak sesabar Fatimah,
ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,
menangis dan tak terkawal,
bukan karena ku membangkang padamu,
tapi aku hanya wanita biasa,
aku juga memerlukan tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,
tempat untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu,
atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah,
yang aku perlukan hanya pelukan dan belaianmu..
Karena bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan
memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya.
Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya,
tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya.
Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita,
tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku,
tegurlah aku dengan hikmah,
karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian,
dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita,
dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya,
dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku,
membimbingku ke arah-Nya,
walau terkadang aku begitu bebal dan bodoh,
tapi jangan pernah letih mengajariku..
Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk
bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke JannahNya,
agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu,
kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dan memutih.
Kulitku yang bersih akan mulai keriput.
Tanganku yang halus akan menjadi kasar..
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik,
yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu..
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu..
Maka jangan pernah berpaling dariku..
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu..

Ketahuilah..
Tiap harinya, tiap jam, minit dan detiknya,
telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..
Maka, cintailah aku,
dengan apa adanya aku..
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna..
Maafkan aku karena aku bukan putri..
Aku hanya wanita biasa....
terimalah aku apa adanya dan bimbinglah aku menuju jalanNYA.....
semoga kita bisa sama-sama bahagia...

Semoga lelaki lebih memahami wanita.

Source: sayababybidadari.blogspot.com
Posted by i c h a at 6:45 PM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post
Subscribe to: Post Comments (Atom)
@ 2011 Bernegosiasi dengan Hati Kecil...; Many thanks to: Blogger Templates / Web Design Company / Web Hosting India / Technology Blog